<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Voice Of Indonesia</title>
	<atom:link href="http://suaramaya.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suaramaya.wordpress.com</link>
	<description>Suara Rakyat Indonesia yang Kecewa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Dec 2008 09:24:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on satpam pim yg kurang ajar!! by Anonymous</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/09/08/satpam-pim-yg-kurang-ajar/#comment-22</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 09:24:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=16#comment-22</guid>
		<description>HAHAHAAH GUE JUGA PERNAH NGALAMIN YANG KAYA GITU. Sok elit banget sih PIM seragaman doang ga boleh masuk. Padahal tuh PIM mesti nyadar loh yaaaa, mall udah alay gitu dih amit-amit. Eh, tempat pembuangan mana? boleh juga tuh buat nyelundupan hahahaa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>HAHAHAAH GUE JUGA PERNAH NGALAMIN YANG KAYA GITU. Sok elit banget sih PIM seragaman doang ga boleh masuk. Padahal tuh PIM mesti nyadar loh yaaaa, mall udah alay gitu dih amit-amit. Eh, tempat pembuangan mana? boleh juga tuh buat nyelundupan hahahaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kecewa Pelayanan Rumah Sakit Advent Bandar Lampung by Sudjoko Kuswadji</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/26/kecewa-pelayanan-rumah-sakit-advent-bandar-lampung/#comment-21</link>
		<dc:creator>Sudjoko Kuswadji</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 14:01:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=11#comment-21</guid>
		<description>Fit to work menentukan kelaikan untuk bekerja, Jakarta, 25-26 Nov 2008

Pemeriksaan Kesehatan Tahunan yang biasa dilakukan sejak lama tidak mempunyai arah yang jelas. Akibatnya parameter pemeriksaan yang dipilih juga membabi-buta. Arahnya ditujukan untuk menemukan beberapa penyakit yang tidak terkait dengan pekerjaan langsung. Walhasil harganya jadi sangat mahal dan kesimpulannya jauh terkait dengan produktivitas yang diharapkan banyak Direktur Perusahaan.

Kini Pemeriksaan Kesehatan dikaitkan dengan bahaya/risiko lingkungan kerja. Tujuannya agar supaya pekerja dengan situasi tertentu (buta warna, cacat fisik dll) bisa diketahui kelayakannya untuk bekerja. Tujuan lainnya ialah jika pekerja terkena dampak lingkungan kerja (asthma, nyeri pinggang dll) segera diketahui dan berbagai upaya penyesuaian pekerjaan bisa dilakukan. Namanya diganti dengan Laik untuk Bekerja (Fit to work).

Pemeriksaan Fit to work akan lebih efisien, karena selain pemeriksaan dipilih sesuai dengan bahaya/risiko, parameternya juga dipilih yang tajam (sensitif, spesifik). Pemeriksaan hanya dilakukan berdasarkan 4 fungsi tubuh manusia agar bisa bekerja. Vegetatif artinya tidak mengidap penyakit yang menimbulkan kematian mendadak. Lokomotif pekerja bisa bergerak. Perseptif, pekerja bisa mengindera secara baik agar bisa berkomunikasi. Integratif, agar terjadi sinkronisasi beberapa fungsi itu.

Yayasan Sudjoko Kuswadji akan menyelenggarakan  pelatihan Fit to work, di Jakarta, pada tanggal 25-26 Nov 2008. Jika anda berminat untuk memperoleh brosur dan informasi lainnya silakan menghubungi Atik Dwi Suharti di HP 081310520490, Telp 021 7343651, Fax: 021 7358966 atau email: yayasan_sudjoko_kuswadji@yahoo.com.

Pelatihan ini cocok untuk Dokter Perusahaan, Paramedik Perusahaan, Klinik Pemeriksa Kesehatan, Rumah Sakit yang melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja dll.

Salam,
Dr Sudjoko Kuswadji MSc(OM) PKK SpOk
======================================</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fit to work menentukan kelaikan untuk bekerja, Jakarta, 25-26 Nov 2008</p>
<p>Pemeriksaan Kesehatan Tahunan yang biasa dilakukan sejak lama tidak mempunyai arah yang jelas. Akibatnya parameter pemeriksaan yang dipilih juga membabi-buta. Arahnya ditujukan untuk menemukan beberapa penyakit yang tidak terkait dengan pekerjaan langsung. Walhasil harganya jadi sangat mahal dan kesimpulannya jauh terkait dengan produktivitas yang diharapkan banyak Direktur Perusahaan.</p>
<p>Kini Pemeriksaan Kesehatan dikaitkan dengan bahaya/risiko lingkungan kerja. Tujuannya agar supaya pekerja dengan situasi tertentu (buta warna, cacat fisik dll) bisa diketahui kelayakannya untuk bekerja. Tujuan lainnya ialah jika pekerja terkena dampak lingkungan kerja (asthma, nyeri pinggang dll) segera diketahui dan berbagai upaya penyesuaian pekerjaan bisa dilakukan. Namanya diganti dengan Laik untuk Bekerja (Fit to work).</p>
<p>Pemeriksaan Fit to work akan lebih efisien, karena selain pemeriksaan dipilih sesuai dengan bahaya/risiko, parameternya juga dipilih yang tajam (sensitif, spesifik). Pemeriksaan hanya dilakukan berdasarkan 4 fungsi tubuh manusia agar bisa bekerja. Vegetatif artinya tidak mengidap penyakit yang menimbulkan kematian mendadak. Lokomotif pekerja bisa bergerak. Perseptif, pekerja bisa mengindera secara baik agar bisa berkomunikasi. Integratif, agar terjadi sinkronisasi beberapa fungsi itu.</p>
<p>Yayasan Sudjoko Kuswadji akan menyelenggarakan  pelatihan Fit to work, di Jakarta, pada tanggal 25-26 Nov 2008. Jika anda berminat untuk memperoleh brosur dan informasi lainnya silakan menghubungi Atik Dwi Suharti di HP 081310520490, Telp 021 7343651, Fax: 021 7358966 atau email: <a href="mailto:yayasan_sudjoko_kuswadji@yahoo.com">yayasan_sudjoko_kuswadji@yahoo.com</a>.</p>
<p>Pelatihan ini cocok untuk Dokter Perusahaan, Paramedik Perusahaan, Klinik Pemeriksa Kesehatan, Rumah Sakit yang melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja dll.</p>
<p>Salam,<br />
Dr Sudjoko Kuswadji MSc(OM) PKK SpOk<br />
======================================</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kecewa Pelayanan Rumah Sakit Advent Bandar Lampung by S3pto</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/26/kecewa-pelayanan-rumah-sakit-advent-bandar-lampung/#comment-20</link>
		<dc:creator>S3pto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 14:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=11#comment-20</guid>
		<description>Semoga tidak terulang masalah yg sama di kemudian hari dan saling instropeksi diri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga tidak terulang masalah yg sama di kemudian hari dan saling instropeksi diri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kecewa Pelayanan Rumah Sakit Advent Bandar Lampung by suroagung</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/26/kecewa-pelayanan-rumah-sakit-advent-bandar-lampung/#comment-9</link>
		<dc:creator>suroagung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 16:56:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=11#comment-9</guid>
		<description>terima kasih atas klarifikasinya, semoga tidak terjadi dilain waktu dan di rumah sakit manapun di Indonesia khususnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas klarifikasinya, semoga tidak terjadi dilain waktu dan di rumah sakit manapun di Indonesia khususnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kecewa Pelayanan Rumah Sakit Advent Bandar Lampung by NN</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/26/kecewa-pelayanan-rumah-sakit-advent-bandar-lampung/#comment-5</link>
		<dc:creator>NN</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 13:16:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=11#comment-5</guid>
		<description>Silahkan klik disini:
http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg04696.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan klik disini:<br />
<a href="http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg04696.html" rel="nofollow">http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg04696.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kecewa Pelayanan Rumah Sakit Advent Bandar Lampung by NN</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/26/kecewa-pelayanan-rumah-sakit-advent-bandar-lampung/#comment-4</link>
		<dc:creator>NN</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 13:14:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=11#comment-4</guid>
		<description>Yth. Rekan Sejawat,

Sehubungan dengan Message No. 16304 
http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/16304
tentang &quot;Kecewa Pelayanan RS. Advent
Bandar Lampung&quot; yang disampaikan oleh rekan Muslimah Hussein maka dengan
ini kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut:

Hari I  (2 Januari 2008 jam 06.30 Wib)
Datang ke RS Advent Bandar Lampung dengan keluhan :
-  Panas 3 hari
-  Kalau minum muntah
-  Rewel
-  BAB cair
-  Sudah diberi obat panas dan antibiotik tapi dimuntahkan.

Pasien minta dirawat oleh Dr. Amran Harun ,SpA yang karena tidak ada di
tempat oleh dokter jaga UGD dirujuk ke Dr. Masykur, SpA.

Keadaan pasien waktu MRS:
-  Temperatur 394C
-  BB 8.5 kg

Resep di UGD jam 07.30 Wib :
-  Infus Asering 30 mgtt/m
-  Sanmol 3 X Cth 1
-  Clacef 2 x 250 mg iv

Resep kemudian diteruskan oleh Dr. Masykur, SpA di ruangan jam 10.25 dengan:
-  Infus Kaen 3A 25mgtt/m
-  Sanmol 3 X Cth 1
-  Dialac 3 X 1/2 sachet
-  Thidim 2 X 250 mg iv

Pemberian obat dan susu bayi oleh Dr. Masykur, SpA adalah sesuai anjuran
Mertua dari ibu pasien (Spesialis Anak dari Makassar) via percakapan
telepon dengan memakai HP ibu pasien.  Pembicaraan penjelasan klinis dan
laboratorium pasien dengan diagnosa Gastro Enteritis terjadi di depan ibu
pasien dan perawat sehingga penjelasan ini sudah didengar  langsung
sendiri oleh ibu pasien.
Hasil Lab:  WBC 2500, lain-lain normal.

Hari II (3 Januari 2008 pagi)
Keadaan pasien:
-   Temperatur 364 C
-   BB 8.6 kg
-   Tidak rewel
-   Tidak muntah
-   Tidak diare
Ibu pasien melap anak dan melapor ada bintik-bintik merah. Perawat juga
melihat ada beberapa bintik-bintik merah yang sudah dilaporkan ke dokter.

Jam 13.35 ada telepon dari Dr. Amran Harun, SpA yang minta laporan keadaan
anak dengan Instruksi Observasi dan obat lanjutkan (ada keterangan bahwa
ada telepon berulang-ulang dari Makassar yang minta anak diperhatikan atas
laporan Ibu anak)

Jam 17.00 Wib
Orang tua pasien minta pulang paksa dengan kondisi anak:
-  Tempeteratur 360C
-  Tidak ada muntah/diare
-  Anak tenang

Sehubungan dengan surat Sdr. Anugrah Pratama (yang dalam hubungan telepon
diakui itu adalah oleh skenario ibu anak yang adalah seorang dokter umum)
maka beberapa hal patut diklarifikasi:
1. Sejak di UGD sampai pulang paksa ternyata anak sudah dirawat dengan
benar sesuai prosedur (walaupun ada intervensi Dokter Spesialis Anak dari
Makassar) sehingga kondisi anak cepat membaik yang sayangnya menjadi
alasan orang tua berani paksa pulang untuk  kemudian merusak nama baik
Rumah Sakit Advent.

2. Standard Pelayanan Rumah Sakit untuk semua pasien di ruang manapun akan
sama dengan cara pelayanan yang sama.
Pemakaian Ruang VIP dengan biaya lebih besar adalah untuk kenyamanan
fasilitas yang lebih privat dan nyaman, bukan pelayanan khusus yang
sebenarnya bisa dimengerti oleh orang awam, apalagi seorang dokter yang
bersumpah untuk melayani semua insan dengan cara yang sama.

3. Penjelasan klinis dan laboratorium anak sudah dilakukan di depan ibu
anak melalui pembicaraan via telepon antara kakek anak dan Dr. Masykur,
Sp.A sehingga menurut pendapat Dr. Masykur, SpA itu sudah jelas pada ibu
anak yang katanya juga Dokter Umum.

4. Probiotik diberikan adalah atas permintaan kakek anak yang ternyata
anak berhenti Diare tidak seperti disebarluaskan ibu anak yang seorang
Dokter bahwa bisa sebabkan diare.

5. Pemberian antibiotik adalah sesuai standard pelayanan yang untuk anak
usia 6 bulan tidak memerlukan skintest.  Pada waktu anak akan disuntik,
maka ibu anak menolaknya.  Sesuai prosedur maka ibu anak diminta
menandatangani Surat Penolakan Tindakan yang oleh ibu anak tidak berani
dibuat sehingga suntikan tetap diberikan sesuai instruksi Dokter (yang
dengan catatan sudah diketahui oleh kakek anak, SpA Makassar).

6. Bintik merah yang timbul yang disebut alergi obat ternyata tidak sertai
gatal dan urticaria yang hanya terdapat beberapa pada daerah kulit
tertentu dan tidak merata, sudah dijelaskan oleh perawat jaga atas
konsultasi telepon dengan Dokter Anak yang merawat.

Kenyataan suntikan antibiotik sudah diberikan 3 kali sampai anak dibawa
pulang paksa tanpa timbul reaksi alergi.  Sayangnya hal ini disebarluaskan
sebagai reaksi alergi oleh seorang dokter.

7. Atas telepon Dr. Amran Harun, SpA yang akan visit sore dan keadaan umum
anak membaik (tidak panas, tidak muntah, tidak diare, tidak rewel) dan
dengan pertimbangan menghindari konflik dengan ibu anak yang merasa VIP
dan serba lebih tahu maka Dokter Jaga bersikap untuk menunggu Dr. Amran
Harun, SpA (dalam kenyataan banyak pasien divisit sore/malam bila Dokter
belum bisa visit pagi, yang atas indikasi tertentu baru Dokter Jaga bisa
visit pasien tersebut).

8. Sebagai Direktur Rumah Sakit Advent yang sebenarnya merasa dirusak nama
baiknya oleh surat-surat yang disebarkan, mengambil inisiatif menelepon
Sdr.Anugrah Pratama (yang saya tahu lewat informasi dari Makassar bahwa
ibu Sdr.Pratama di Makassar ternyata teman di FK UNUHAS) dan untuk
klarifikasi sebagai sesama Alumni UNHAS, tetapi yang menjawab ibu anak
dengan arogan dan menantang adu argumentasi.

Penjelasan tentang Probiotik dan skintest tidak dihiraukan tetapi malah
disampaikan dengan arogan bahwa alergi anak sembuh sesudah pulang dengan
resep anti alergi khusus dari mertuanya yang ternyata disebutkan adalah
Cefspan.  Hal ini juga disampaikan waktu diminta ke RSUD Abdul Moeloek
untuk bertemu Dr.Amran Harun, SpA dan Dr. Masykur, SpA bahwa alergi
anaknya sembuh dengan Cefspan.

Jelasnya ibu anak menolak klarifikasi dan tetap meneruskan surat-surat.
Hal ini oleh pihak RS. Advent tidak ditanggapi dengan somasi pencemaran
nama baik (juga atas anjuran Dr. Amran harun, SpA).

Hal yang juga mengherankan, ternyata dari data computer Rekam Medis bahwa
pada tanggal 11 Januari 2008 anak Prasetyo Mahdi tersebut sempat
didaftarkan lagi untuk diperiksa di RS. Advent tetapi kemudian tidak jadi
diperiksa.

Dengan adanya Surat Permohonan Klarifikasi dari IDI Wilayah Lampung maka
sekiranya mungkin melalui surat ini kami menghimbau ke MKEK dan MKKI patut
memanggil ibu anak dan mempertanyakan Kompetensinya sebagai seorang
Dokter. Juga kepada Dinas Kesehatan setempat patut mempertanyakan
Kompetensinya untuk kelayakan mendapat Surat Izin Praktek (SIP).

Demikianlah Klarifikasi ini kami sampaikan untuk dapat ditindak lanjuti.
Terima kasih atas perhatiannya.

dr. R. Lisal
RS. Advent Bandar Lampung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Rekan Sejawat,</p>
<p>Sehubungan dengan Message No. 16304<br />
<a href="http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/16304" rel="nofollow">http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/16304</a><br />
tentang &#8220;Kecewa Pelayanan RS. Advent<br />
Bandar Lampung&#8221; yang disampaikan oleh rekan Muslimah Hussein maka dengan<br />
ini kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut:</p>
<p>Hari I  (2 Januari 2008 jam 06.30 Wib)<br />
Datang ke RS Advent Bandar Lampung dengan keluhan :<br />
-  Panas 3 hari<br />
-  Kalau minum muntah<br />
-  Rewel<br />
-  BAB cair<br />
-  Sudah diberi obat panas dan antibiotik tapi dimuntahkan.</p>
<p>Pasien minta dirawat oleh Dr. Amran Harun ,SpA yang karena tidak ada di<br />
tempat oleh dokter jaga UGD dirujuk ke Dr. Masykur, SpA.</p>
<p>Keadaan pasien waktu MRS:<br />
-  Temperatur 394C<br />
-  BB 8.5 kg</p>
<p>Resep di UGD jam 07.30 Wib :<br />
-  Infus Asering 30 mgtt/m<br />
-  Sanmol 3 X Cth 1<br />
-  Clacef 2 x 250 mg iv</p>
<p>Resep kemudian diteruskan oleh Dr. Masykur, SpA di ruangan jam 10.25 dengan:<br />
-  Infus Kaen 3A 25mgtt/m<br />
-  Sanmol 3 X Cth 1<br />
-  Dialac 3 X 1/2 sachet<br />
-  Thidim 2 X 250 mg iv</p>
<p>Pemberian obat dan susu bayi oleh Dr. Masykur, SpA adalah sesuai anjuran<br />
Mertua dari ibu pasien (Spesialis Anak dari Makassar) via percakapan<br />
telepon dengan memakai HP ibu pasien.  Pembicaraan penjelasan klinis dan<br />
laboratorium pasien dengan diagnosa Gastro Enteritis terjadi di depan ibu<br />
pasien dan perawat sehingga penjelasan ini sudah didengar  langsung<br />
sendiri oleh ibu pasien.<br />
Hasil Lab:  WBC 2500, lain-lain normal.</p>
<p>Hari II (3 Januari 2008 pagi)<br />
Keadaan pasien:<br />
-   Temperatur 364 C<br />
-   BB 8.6 kg<br />
-   Tidak rewel<br />
-   Tidak muntah<br />
-   Tidak diare<br />
Ibu pasien melap anak dan melapor ada bintik-bintik merah. Perawat juga<br />
melihat ada beberapa bintik-bintik merah yang sudah dilaporkan ke dokter.</p>
<p>Jam 13.35 ada telepon dari Dr. Amran Harun, SpA yang minta laporan keadaan<br />
anak dengan Instruksi Observasi dan obat lanjutkan (ada keterangan bahwa<br />
ada telepon berulang-ulang dari Makassar yang minta anak diperhatikan atas<br />
laporan Ibu anak)</p>
<p>Jam 17.00 Wib<br />
Orang tua pasien minta pulang paksa dengan kondisi anak:<br />
-  Tempeteratur 360C<br />
-  Tidak ada muntah/diare<br />
-  Anak tenang</p>
<p>Sehubungan dengan surat Sdr. Anugrah Pratama (yang dalam hubungan telepon<br />
diakui itu adalah oleh skenario ibu anak yang adalah seorang dokter umum)<br />
maka beberapa hal patut diklarifikasi:<br />
1. Sejak di UGD sampai pulang paksa ternyata anak sudah dirawat dengan<br />
benar sesuai prosedur (walaupun ada intervensi Dokter Spesialis Anak dari<br />
Makassar) sehingga kondisi anak cepat membaik yang sayangnya menjadi<br />
alasan orang tua berani paksa pulang untuk  kemudian merusak nama baik<br />
Rumah Sakit Advent.</p>
<p>2. Standard Pelayanan Rumah Sakit untuk semua pasien di ruang manapun akan<br />
sama dengan cara pelayanan yang sama.<br />
Pemakaian Ruang VIP dengan biaya lebih besar adalah untuk kenyamanan<br />
fasilitas yang lebih privat dan nyaman, bukan pelayanan khusus yang<br />
sebenarnya bisa dimengerti oleh orang awam, apalagi seorang dokter yang<br />
bersumpah untuk melayani semua insan dengan cara yang sama.</p>
<p>3. Penjelasan klinis dan laboratorium anak sudah dilakukan di depan ibu<br />
anak melalui pembicaraan via telepon antara kakek anak dan Dr. Masykur,<br />
Sp.A sehingga menurut pendapat Dr. Masykur, SpA itu sudah jelas pada ibu<br />
anak yang katanya juga Dokter Umum.</p>
<p>4. Probiotik diberikan adalah atas permintaan kakek anak yang ternyata<br />
anak berhenti Diare tidak seperti disebarluaskan ibu anak yang seorang<br />
Dokter bahwa bisa sebabkan diare.</p>
<p>5. Pemberian antibiotik adalah sesuai standard pelayanan yang untuk anak<br />
usia 6 bulan tidak memerlukan skintest.  Pada waktu anak akan disuntik,<br />
maka ibu anak menolaknya.  Sesuai prosedur maka ibu anak diminta<br />
menandatangani Surat Penolakan Tindakan yang oleh ibu anak tidak berani<br />
dibuat sehingga suntikan tetap diberikan sesuai instruksi Dokter (yang<br />
dengan catatan sudah diketahui oleh kakek anak, SpA Makassar).</p>
<p>6. Bintik merah yang timbul yang disebut alergi obat ternyata tidak sertai<br />
gatal dan urticaria yang hanya terdapat beberapa pada daerah kulit<br />
tertentu dan tidak merata, sudah dijelaskan oleh perawat jaga atas<br />
konsultasi telepon dengan Dokter Anak yang merawat.</p>
<p>Kenyataan suntikan antibiotik sudah diberikan 3 kali sampai anak dibawa<br />
pulang paksa tanpa timbul reaksi alergi.  Sayangnya hal ini disebarluaskan<br />
sebagai reaksi alergi oleh seorang dokter.</p>
<p>7. Atas telepon Dr. Amran Harun, SpA yang akan visit sore dan keadaan umum<br />
anak membaik (tidak panas, tidak muntah, tidak diare, tidak rewel) dan<br />
dengan pertimbangan menghindari konflik dengan ibu anak yang merasa VIP<br />
dan serba lebih tahu maka Dokter Jaga bersikap untuk menunggu Dr. Amran<br />
Harun, SpA (dalam kenyataan banyak pasien divisit sore/malam bila Dokter<br />
belum bisa visit pagi, yang atas indikasi tertentu baru Dokter Jaga bisa<br />
visit pasien tersebut).</p>
<p>8. Sebagai Direktur Rumah Sakit Advent yang sebenarnya merasa dirusak nama<br />
baiknya oleh surat-surat yang disebarkan, mengambil inisiatif menelepon<br />
Sdr.Anugrah Pratama (yang saya tahu lewat informasi dari Makassar bahwa<br />
ibu Sdr.Pratama di Makassar ternyata teman di FK UNUHAS) dan untuk<br />
klarifikasi sebagai sesama Alumni UNHAS, tetapi yang menjawab ibu anak<br />
dengan arogan dan menantang adu argumentasi.</p>
<p>Penjelasan tentang Probiotik dan skintest tidak dihiraukan tetapi malah<br />
disampaikan dengan arogan bahwa alergi anak sembuh sesudah pulang dengan<br />
resep anti alergi khusus dari mertuanya yang ternyata disebutkan adalah<br />
Cefspan.  Hal ini juga disampaikan waktu diminta ke RSUD Abdul Moeloek<br />
untuk bertemu Dr.Amran Harun, SpA dan Dr. Masykur, SpA bahwa alergi<br />
anaknya sembuh dengan Cefspan.</p>
<p>Jelasnya ibu anak menolak klarifikasi dan tetap meneruskan surat-surat.<br />
Hal ini oleh pihak RS. Advent tidak ditanggapi dengan somasi pencemaran<br />
nama baik (juga atas anjuran Dr. Amran harun, SpA).</p>
<p>Hal yang juga mengherankan, ternyata dari data computer Rekam Medis bahwa<br />
pada tanggal 11 Januari 2008 anak Prasetyo Mahdi tersebut sempat<br />
didaftarkan lagi untuk diperiksa di RS. Advent tetapi kemudian tidak jadi<br />
diperiksa.</p>
<p>Dengan adanya Surat Permohonan Klarifikasi dari IDI Wilayah Lampung maka<br />
sekiranya mungkin melalui surat ini kami menghimbau ke MKEK dan MKKI patut<br />
memanggil ibu anak dan mempertanyakan Kompetensinya sebagai seorang<br />
Dokter. Juga kepada Dinas Kesehatan setempat patut mempertanyakan<br />
Kompetensinya untuk kelayakan mendapat Surat Izin Praktek (SIP).</p>
<p>Demikianlah Klarifikasi ini kami sampaikan untuk dapat ditindak lanjuti.<br />
Terima kasih atas perhatiannya.</p>
<p>dr. R. Lisal<br />
RS. Advent Bandar Lampung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SMS Rp. 1 /karakter, Pembohongan Publik oleh ESIA by Pembohongan Publik ala Marketer Operator GSM/CDMA &#124; Kampung Madura</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/09/06/sms-rp-1-karakter-pembohongan-publik-oleh-esia/#comment-3</link>
		<dc:creator>Pembohongan Publik ala Marketer Operator GSM/CDMA &#124; Kampung Madura</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 02:34:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=13#comment-3</guid>
		<description>[...] SMS Rp. 1 /karakter ESIA adalah bohong [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] SMS Rp. 1 /karakter ESIA adalah bohong [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Waspada Parkiran Motor Mall Artha Gading!! by antie</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/22/waspada-parkiran-motor-mall-artha-gading/#comment-2</link>
		<dc:creator>antie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 10:54:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaramaya.wordpress.com/?p=3#comment-2</guid>
		<description>betul sekali, setahu saya Adi Parking memang ga berkualitas...
yang bagus itu Secure Parking..
gw pernah kerja di salah satu apartemen di kawasan mangga dua abdad dan disitu brand nya adi parking juga, menurut pengamatan saya kualitasnya msih dibawah standard.. banyak komplain dari penghuni apartemen ke pagelola apartemen yang membuat kita pusing hanya gara2 parkir. padahal  untuk urusan parkir sudah bukan urusan Pihak apartemen lagi. 
Menurut saya kerja sama dengan Adi Parking bukanlah solusi yang baik.. tapi hanya menambah masalah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul sekali, setahu saya Adi Parking memang ga berkualitas&#8230;<br />
yang bagus itu Secure Parking..<br />
gw pernah kerja di salah satu apartemen di kawasan mangga dua abdad dan disitu brand nya adi parking juga, menurut pengamatan saya kualitasnya msih dibawah standard.. banyak komplain dari penghuni apartemen ke pagelola apartemen yang membuat kita pusing hanya gara2 parkir. padahal  untuk urusan parkir sudah bukan urusan Pihak apartemen lagi.<br />
Menurut saya kerja sama dengan Adi Parking bukanlah solusi yang baik.. tapi hanya menambah masalah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hello world! by Mr WordPress</title>
		<link>http://suaramaya.wordpress.com/2008/08/22/hello-world/#comment-1</link>
		<dc:creator>Mr WordPress</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 12:11:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-1</guid>
		<description>Hi, this is a comment.&lt;br /&gt;To delete a comment, just log in, and view the posts&#039; comments, there you will have the option to edit or delete them.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, this is a comment.<br />To delete a comment, just log in, and view the posts&#8217; comments, there you will have the option to edit or delete them.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
